Madu Ternak
Madu ternak merupakan
madu murni hasil budidaya ternak lebah yang mengikuti siklus
penyerbukan bunga tanaman. Kegiatan panen madu dari budidaya ternak
lebah ini sering berpindah-pindah mengikuti musim berbunga tanaman. Madu
ternak ini dihasilkan oleh 2 jenis lebah diantaranya Apis Cerana dan
Apis Mellifera yaitu jenis lebah eropa yang sering banyak digunakan
peternak lebah di seluruh belahan dunia
Lebah-lebah ini dibudidayakan oleh para
peternak lebah pada areal perkebunan, yang notabenenya memiliki musim
penyerbukan bunga pada setiap tahunnya. Perkebunan yang sering dipakai
peternak lebah untuk membudidayakan koloni lebah madu ini seperti Randu
(kapuk), Rambutan, Durian, Kaliandra, Jambu mete, Mangga, Kelengkeng,
dan Karet. Peternak lebah menggunakan sarang kotak lebah atau yang lebih
dikenal dengan istilah stup sebagai tempat tinggal koloni para lebah
madu. Stup tersebut mempunyai frame yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan sarang lebah dengan ukuran yang telah disesuaikan, agar
penyisiran dan pemeriksaan koloni lebah mudah dilakukan setiap hari.
Syarat kotak sarang yang baik diantaranya terbuat dari kayu yang tidak
berbau, awet, dan dilengkapi bingkai stimulasi yang berfungsi sebagai
cadangan makanan tambahan ketika paceklik.
Proses panen madu ternak
dimulai ketika penyisiran dan pemeriksaan sarang lebah telah
menunjukkan siap untuk dipanen. Para peternak menggunakan masker kepala
dan sarung tangan yang berguna untuk melindungi tubuh dari serangan
lebah. Dibutuhkan pengungkit untuk mencongkel dan membuka sarang lebah,
lalu menggunakan pengasap untuk mengjinakan lebah saat sisiran diangkat.
Kemudian frame sarang lebah disisir menggunakan sikat halus untuk
memisahkannya dengan lebah. Frame sarang lebah kemudian dimasukkan
kedalam ekstraktor untuk mengurai madu menjadi cairan.
Karakteristik rasa dan aroma dari setiap madu ternak
mengikuti keunikan khas perkebunan yang dipakai untuk berbudidaya.
Walaupun madu tersebut tidak seratus persen berasal dari perkebunan yang
ada, karena terkadang lebahpun mengambil sumber nectar dari pohon yang
lain. Akan tetapi kecenderungan yang ada lebih condong kepada aroma
perkebunan tersebut.


0 komentar:
Posting Komentar